Budaya

Enggang berhubungan erat dengan budaya luhur masyarakat Indonesia. Ditemukannya relief burung enggang di Candi Prambanan menjadi salah satu bukti.

Di Kalimantan, masyarakat Dayak menganggap enggang sebagai lambang kesucian dan kekuatan. Mereka kerap berkomunikasi dengan leluhur melalui perantaraan enggang. Masyarakat Dayak juga mempercayai bahwa konon roh alam yang melindungi Pulau Kalimantan dan masyarakat Dayak sering menampakkan diri dalam wujud enggang raksasa; dikenal sebagai Panglima Burung.

Beberapa daerah di Indonesia telah menjadikan enggang sebagai maskot kebanggaan daerah; Provinsi Kalimantan Barat memilih Enggang Gading, sementara Provinsi Sulawesi Selatan memilih Julang Sulawesi.