Evolusi

Total jenis enggang di dunia ada 54 jenis, namun seiring dengan perkembangan penelitian berdasarkan struktur organ tubuh dan DNA, jenis ini bertambah; 62 jenis. Beberapa jenis yang semula termasuk subspesies, menjadi spesies tersendiri.

Berdasarkan pengelompokan makhluk hidup, enggang termasuk ke dalam ordo Bucerotiformes yang dibedakan menjadi dua famili, yaitu Bucorvidae dan Bucerotidae. Kedua famili dibedakan berdasarkan dari karakter anatomi seperti bentuk balung dan paruh, tingkah laku, perkembangan serta hubungan kekerabatannya.

Anggota famili Bucorvidae mempunyai ukuran tubuh yang sangat besar (berat tubuhnya 3344-4191 gr) dan merupakan enggang terbesar. Seluruh tubuhnya ditutupi oleh bulu berwarna hitam, kecuali bulu utama yang berwarna putih dan mempunyai kaki yang panjang. Famili ini diwakili oleh satu genus, yaitu Bucorvus yang mempunyai dua jenis spesies. Jenis ini hidup di savana Afrika dan merupakan kelompok burung pemakan daging. Kebanyakan dari mereka adalah burung yang banyak berjalan di tanah, dibandingkan terbang, dan bersarang di batuan atau pohon berlubang; biasanya tidak ditutup.

Sementara famili Bucerotidae memiliki ukuran tubuh sedang sampai besar (berat tubuh 83 -3007 gr) dengan kaki yang pendek. Enggang ini di kawasan Asia bersifat frugivora (pemakan buah), tetapi dalam keadaan tertentu juga memakan berbagai jenis binatang, misalnya tupai dan serangga. Umumnya jenis ini hidup berpasangan dan bahkan berkelompok. Pada saat bersarang, lebih menyukai pohon berlubang yang alami.

Secara evolusi, enggang mempunyai nenek moyang yang sama dengan burung dari famili Upupiformes dan Coraciiformes, yaitu mempunyai hubungan kekerabatan yang cukup dekat dengan spesies Burung Hupo (ordo Upupiformes, famili Upupidae), Burung Rajaudang (ordo Coraciiformes, famili Alcedinidae) dan Burung Kirik-kirik (ordo Coraciiformes, famili Meropidae).