Melibatkan Pemuda Sui Utik dalam Melakukan Pendataan Rangkong

16602244_422084061471106_9161933066547829573_o

Kalimantan Barat adalah salah satu kawasan yang dihuni oleh populasi Rangkong. Sayangnya, kawasan ini juga menjadi salah satu tujuan perburuan Rangkong paling masif. Terbukti dengan hasil investigasi yang dilakukan oleh Rangkong Indonesia bersama Yayasan Titian yang menemukan bahwa ada sekitar enam ribu Rangkong Gading dewasa dibunuh untuk diambil gadingnya di tahun 2013. Selain itu pada tahun 2015 juga tercatat, sebanyak 2.343 paruh Rangkong Gading berhasil disita dari pasar gelap Indonesia, China dan Amerika. Setelah ditelusuri, paruh-paruh tersbut berasal dari kawasan Kalimantan Barat.

Awal Februari lalu, Tim Rangkong Indonesia mulai melakukan survey dan pendataan persebaran jenis rangkong dan pohon pakannya di Hutan Adat Utik, Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Berbeda dengan survey yang biasa dilakukan, survey yang dilakukan kali ini melibatkan masyarakat Kampung Utik. Hal ini menjadi penting, mengingat mereka adalah penduduk yang hidup dan berinteraksi langsung dengan hutan beserta isinya, termasuk Rangkong.

Lima orang pemuda Kampung Utik ikut terlibat dan belajar melakukan pendataan persebaran burung rangkong. Kesempatan ini juga menjadi ajang untuk mengetahui potensi hutan adat (khususnya burung) dan sekaligus patroli kawasan hutannya.

16265595_414733468872832_6215859551541608192_n

Tim Rangkong Indonesia mengenalkan burung Rangkong Gading melalui buku panduan pengamatan kepada pemuda Sui Utik

Selain melakukan pendataan persebaran burung, ditayangkan pula film dokumenter Call from Majestic Bird kepada masyarakat Sui Utik. Melalui tayangan film tersebut, Een Irawan Putra menjelaskan bahwa populasi Rangkong di Kalimantan Barat merosot tajam akibat perburuan.

Selama perjalanan enam hari ke dalam hutan, mereka menyadari perjumpaan dengan Rangkong Gading sudah sulit, padahal lima sampai sepuluh tahun yang lalu suara Rangkong masih mudah terdengar, bahkan mereka bisa memanggil dengan menirukan suaraRangkong.

Survey ini menyadarkan mereka, bahwa satwa yang ada di dalam hutan pun perlu dijaga, terutama Rangkong Gading yang statusnya telah kritis/ Critially Endangered (CR). Semoga ini menjadi awal yang baik dalam menyelamatkan keberadaan burung Rangkong di Indonesia khususnya Rangkong Gading (Rhinoplax vigil).

 

 

 

 

 

 

 

Post a comment